This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sabtu, September 03, 2016

Bhs Inggris, Present Perfect Tense

Present Perfect Tense

(Bentuk Sekarang Telah Selesai) adalah bentuk awal yang digunakan untuk menyatakan suatu perbuatan , tindakan atau kegiatan yang terjadi pada waktu yang tidak tertentu (indefinite time) di masa lampau dan pada saat berbicara perbuatan atau kegiatan tersebut telah dulakukan.

a. KALIMAT VERBAL
1. Pola kalimat verbal positif yang digunakan adalah :
Untuk subyek I, We, You, They :
Subyek + have + Past Participle (Verb 3)

Untuk subyek He, She, It :
Subyek + has + Past Participle (Verb 3)
Catatan :
Past Participle atau kata kerja bentuk ke tiga (Verb 3), dapat dilihat pada regular dan irregular verb.
Bentuk have atau has yang berpasangan dengan subyek dapat disingkat menjadi :
- You have = You've
- They have = They've
- We have = We've
- I have = I've
- She has = She's
- He has = He's
- It has = It's

Contoh :
- We have written a letter to you.
  (Kami telah menulis sebuah surat kepadamu.)
- She has taught this class for ten years.
  (Dia telah mengajar kelas ini selama sepuluh tahun.)

2.   Pola kalimat verbal negatif yang digunakan adalah :
Untuk subyek I, We, You, They :
Subyek + have + not + Past Participle (Verb 3)

Untuk subyek He, She, It :
Subyek + has + not + Past Participle (Verb 3)

Contoh :
- We have not (haven't) written a letter to you.
  (Kami belum menulis sebuah surat kepadamu.)
- She has not (hasn't) taught this class for ten years.
  (Dia belum mengajar kelas ini selama sepuluh tahun.)

3.  Pola kalimat verbal tanya yang digunakan adalah :
Untuk subyek I, We, You, They :
Have + Subyek + Past Participle (Verb 3) ?

Untuk subyek He, She, It :
Has + Subyek + Past Participle (Verb 3)
Contoh :
- Have we  written a letter to you?
  (Apakah kami telah  menulis sebuah surat kepadamu?)
- Has she taught this class for ten years?
  (Apakah dia mengajar kelas ini selama sepuluh tahun?)
Jawaban untuk kalimat verbal tanya di atas yaitu : Yes,....... atau No,......

- Have We  written a letter to you?
  (Apakah kami telah  menulis sebuah surat kepadamu?)
  Jawaban : Yes, we have. = Ya
                  atau :
                  No, We haven't = Tidak

Apabila dalam kalimat verbal digunakan kata tanya atau question word atau QW, maka pola kalimat yang digunakan adalah :
1. Apabila kata tanya yang digunakan tidak menanyakan subyek, maka pola kalimat tanyanya adalah :
Untuk subyek I, We, You, They :
QW + have + Subyek + Past Participle (Verb 3) ?

Untuk subyek He, She, It :
QW + has + Subyek + Past Participle (Verb 3) ?
Contoh :
- How much has he drink milk?
  (Berapa banyak dia minum susu?)
- Where has the cat slept?
  (Dimana kucing itu tidur?)

2. Apabila kata tanya yang digunakan menanyakan subyek, maka pola kalimat tanyanya :
Question Word + has  + Past Participle (Verb 3) ?
Catatan :
Karena subyek yang ditanyakan tidak diketahui berbentuk jamak atau tunggal, maka kata kerja bantu yang digunakan adalah has dengan anggapan subyeknya berbentuk tunggal.
Contoh :
- Who has helped you?
  (Siapa yang telah menolongmu?)
  Jawaban :
  She has helped me.
  (Dia telah menolong saya.)

- Who has swept the floor?
  (Siapa yang telah menyapu lantai ini?)
  Jawaban :
  They have swept the floor.
  (Mereka telah menyapu lantai ini.)
Catatan :
Meskipun pada bentuk pertanyaannya subyek dianggap berbentuk tunggal, tetapi apabila subyek dalam jawaban banyak lebih dari satu atau jamak, maka tetap menggunakan have sesuai dengan subyek yang ada dalam kalimat jawabannya.

b. KALIMAT NOMINAL

1. Pola kalimat nominal positif yang digunakan adalah :
Untuk subyek I, We, You, They :
Subyek + have + been + Non Verb


Untuk subyek He, She, It :
Subyek + has + been + Non Verb
Catatan :
Non Verb (bukan kata kerja) dapat berupa kata benda, kata sifat atau kata keterangan.
Contoh :
- We have been in Jakarta for seven years.
  (Kami telah berada di Jakarta selama tujuh tahun.)
- She has been here since yesterday.
  (Dia sudah ada disini sejak kemarin.)

2. Pola kalimat nominal negatif yang digunakan adalah :
Untuk subyek I, We, You, They :
Subyek + have + not + been + Non Verb

Untuk subyek He, She, It :
Subyek + has + not + been + Non Verb
Contoh :
- We have not been in Jakarta for seven years.
  (Kami belum berada di Jakarta selama tujuh tahun.)
- She has not been here since yesterday.
  (Dia belum ada disini sejak kemarin.)

3. Pola kalimat tanya yang digunakan adalah :
Untuk subyek I, We, You, They :
Have + subyek + been + Non Verb ?

Untuk subyek He, She, It :
Has + Subyek + been + Non Verb ?
Contoh :
- Have we been in Jakarta for seven years?
  (Apakah kami telah berada di Jakarta selama tujuh tahun?)
- Has she been here since yesterday?
  (Apakah dia sudah ada disini sejak kemarin.)

Apabila dalam kalimat nominal digunakan kata tanya atau question word atau QW, maka pola kalimat yang digunakan adalah :
1. Apabila kata tanya yang digunakan tidak menanyakan subyek, maka pola kalimat tanyanya adalah :
Untuk subyek I, We, You, They :
QW + have + Subyek + been + Non verb ?

Untuk subyek He, She, It :
QW + has + Subyek + been + Non verb ?
Contoh :
- How has he been?
  (Bagaimana keadaan dia?)
- Where have they been?
  (Dimanakah mereka berada?)

2. Apabila kata tanya yang digunakan menanyakan subyek, maka pola kalimat tanyanya :
Question Word + has + been + Non verb?


Contoh :
- Who has been in your house since yesterday?
   (Siapa yang telah berada di rumahmu sejak kemarin?)

Pada umumnya kalimat dengan bentuk waktu Present Perfect Tense digunakan untuk :
a. Menyatakan suatu kegiatan, tindakan yang baru saja terjadi sehingga hasilnya atau akibat dari tindakan tersebut masih dapat dilihat hingga saat dibicarakan.
Contoh :
- I have opened the window.
  (Saya telah membuka jendela itu.)
- He has written a  letter.
  (Dia telah menulis sepucuk surat.)

b. Menyatakan suatu perbuatan atau peristiwa yang telah selesai pada saat yang tidak tertentu di waktu lampau, tetapi waktu terjadi peristiwa tersebut tidak dipentingkan. Yang paling penting adalah hasil dari perbuatannya sekarang.
Contoh :
- He has locked the window, and now we can't open it.
  (Dia telah menutup jendela itu, dan sekarang kami tidak dapat membuka jendela itu.)

c. Menyatakan suatu perbuatan atau peristiwa yang telah terjadi tetapi waktu terjadinya peristiwa itu belum habis. Pada saat bicara waktunya atau harinya masih termasuk dalam bulan yang dimaksud, jadi belum selesai.
Contoh :
- I have written five letters this month.
  (Saya telah menulis lima pucuk surat bulan ini.)

d.  Menyatakan suatu perbuatan ulangan pada waktu yang tidak tertentu sebelum sekarang. Pada umunya bentuk kalimat ini sering diikuti oleh kata : before (sebelum), already (sudah), ever (pernah), never (tidak pernah), again (lagi).
Contoh :
- I have heard this before.
  (Saya telah mendengar ini sebelumnya.)
- I have never been here.
  (Saya tidak pernah kesini.)

e. Menyatakan suatu kegiatan, tindakan atau peristiwa yang sudah terjadi pada waktu lampau dan masih terjadi pada saat sekarang dan yang akan datang.
Contoh :
- I have been here since yesterday.
  (Saya telah berada disini sejak kemarin.)

f. Menunjukan perbuatan yang telah selesai pada waktu singkat. Pada umumnya sering digunakan kata-kata : at last (akhirnya), finally (akhirnya), just (baru saja).
Contoh :
- I have just meet him.
  (Saya baru saja bertemu dia)

Keterangan waktu yang digunakan adalah :
since... = sejak
since yesterday = sejak kemarin
since two days ago = sejak dua hari yang lalu
since last week = sejak minggu lalu
for... = selama
for three days = selama tiga hari
for two years = selama dua tahun

Disamping beberapa keterangan waktu di atas, ada juga beberapa bentuk keterangan waktu yang letaknya sebelum Past Participle (kata kerja bentuk ketiga / V3) kecuali kata yet yang terletak setelah V3.
occasionally = sekali-sekali
often = sering
usually = biasanya
always = selalu
almost = hampir
ever = pernah
never = tidak pernah
sometimes = kadang-kadang
already = sudah
yet = belum
just = baru saja

Contoh :
- I have just arrived.
  (Saya baru saja datang.)
- Have you ever gone to Japan?
  (Apakah kamu pernah pergi ke Jepang?)
- She has already read that magazine.
  (Dia sudah membaca majalah itu.)

Ada juga keterangan waktu seperti di atas yang terletak di bagian akhir kalimat, diantaranya yaitu :
before = sebelum
lately = akhir-akhir ini
recently = baru-baru ini
so far = hingga kini

Contoh :
- I have seem him before.
  (Saya telah berjumpa dengannya lebih dahulu.)
- She has been very busy lately.
  (Dia sangat sibuk akhir-akhir ini.)

Read more: http://www.kursusmudahbahasainggris.com/2013/08/pengertian-kegunaan-rumus-dan-contoh.html#ixzz4JNxQJkCN

Jumat, September 02, 2016

IPA , Interaksi antar komponen Biotik dan Abiotik

Interaksi Antar Komponen Biotik

Interaksi antar komponen biotik merupakan interaksi yang terjadi antar populasi organisme yang menyusun ekosistem.
a. MUTUALISME
Mutualisme merupakan bentuk hubungan atau interaksi antarorganisme dari dua spesies yang berbeda. Hubungan mutualisme akan menguntungkan bagi kedua organisme yang terlibat didalamnya. Beberapa spesies dapat hidup tanpa organisme partner mutualismentya. Hubungan seperti ini disebut dengan MUTUALISME FAKULTATIF. Berbeda lagi dengan mutualisme Obligatif, yaitu hubungan yang terjadi antara kedua jenis organisme yang hanya dapat hidup dengan bermutualisme. Contoh bentuk mutualisme adalah bakteri yang hidup didalam system pencernaan hewan Herbivora. Hewan herbivore berukuran besar tidak bisa mencerna selulosa. Dibutuhkan bakteri simbiotik atau protozoa pada saluran pencernaan hewan tersebut untuk memecah selulosa.
Beberapa contoh Mutualisme lainnya:
·         Simbiosis antara fungi dengan ganggang hijau biru membentuk Lichen
·         Simbiosis fungi dengan akar tumbuhan membentuk mikoriza
·         Simbiosis antara semut dengan Aphit, semut melindung Aphit dari pemangsanya, sedangkan Aphit memberikan cairan sejenis madu kepada semut
b. KOMENSALISME
Komensalisme merupakan bentuk hubungan antau interaksi antar organisme dari dua spesies yang berbeda, yang mana hanya satu organisme saja yang memperoleh keuntungan sedangkan lainnya tidak terpengaruh. Hubungan antara ikan remora dengan ikan hiu merupakan contoh komensalisme. Ikan remora menempel pada badan ikan hiu, sehingga ikan remora dapat berpindah tempat dengan cepat, ikan remora juga mendapatkan keuntungan lainnya, yaitu memperoleh makanan sisa dari ikan hiu. Ikan hiu sendiri tidak diuntungkan dann juga tidak dirugikan dari keberadaan ikan remora
c. ALELOPATI
Alelopati adalah hubungan atau interaksi antarorganisme, yang mana keberadaan satu organisme dapat menghambat pertumbuhan atau perkembangan organisme lainnya melalui pelepasan toksin atu racun
d. PREDASI
Predasi adalah  Hubungan atau interaksi antarorganisme yang mana satu organisme memakan organisme lainnya
Organisme yang memakan disebut PREDATOR, sedangkan organisme yang dimakan disebut MANGSA. Pada umumnya hubungan makan dan dimakan ini berlangsung antara spesies yang berbeda, meskipun demikian beberapa hewan pemangsa sesama jenisnya (Kanibalisme).
Contoh hubungan Predasi yaitu pada singa dengan Zebra, Kuda dengan Rumput, dan ular dengan Tikus.

Interaksi antarkomponen abiotik

Komponen abiotik dapat memengaruhi komponen abiotik lain secara timbal balik. Sebagai contoh jika intensitas cahaya matahari yang mengenai suatu perairan meningkat mengakibatkan laju penguapan meningkat. Dari peristiwa tersebut terbentuklah awan yang apabila dalam jumlah banyak dapat menghalangi sinar matahari ke bumi, sehingga intensitas cahaya matahari ke bumi berkurang, di samping juga dapat menyebabkan hujan yang airnya kembali lagi ke perairan.


Berita Umum, Dinsos libatkan Karang Taruna berantas kemiskinan di Makassar

Dinsos libatkan Karang Taruna berantas kemiskinan di Makassar
Seorang pemulung terlihat sedang memungut butir-butir beras di Jalan Singa, Makassar, Sabtu (27/8/2016). Begitu banyak orang yang membutuhkan beras buat makan sehari-hari, di sisi lain masih ada beberapa orang yang membuang-buang makanannya secara sia-sia. / Masyudi Firmansyachban
hare on Twitter
MAKASSAR – Untuk menyelesaikan berbagai persoalan sosial di Kota Makasar, Dinas Sosial Kota Makassar menggalang, melibatkan, dan menghimpun potensi dan sumber kesejahteraan sosial (PSKS).
Salah satu kelompok masyarakat yang sangat tepat dan memiliki peran penting dalam lingkungan masyarakat yakni Karang Taruna.
Untuk menguatkan pengaktuliasasian peran dan fungsi Karang Taruna itu, maka Dinsos telah mengadakan rapat forum koordinasi pada kegiatan Karang Taruna di Hotel Dinasti.
Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Mukhtar Tahir mengatakan bahwa peran Karang Taruna dalam menyelesaikan persoalan sosial terutama pada persoalan kemiskinan sangat urgent, sehingga Karang Taruna diharapkan bisa berkontribusi kepada masyarakat.
“Karang Taruna memiliki potensi sosial yang sangat besar, kalau kita kompak dan berjalan berjalan bersama-sama maka persoalan sosial terutama pengentasan kemiskinan bisa kita tuntaskan,” kata Mukhtar, Jumat 2 September 2016.
Kontribusi nyata Karang Taruna yang sangat besar dengan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait masalah sosial beserta solusi mengatasinya.


Kamis, September 01, 2016

Kimia, ENERGI IKATAN



Energi ikatan adalah kalor yang diperlukan untuk memutuskan ikatan oleh satu mol molekul gas menjadi atom – atom atau gugus dalam keadaan gas disebut. Simak selengkapnya di bawah.

Reaksi kimia pada dasarnya terdiri dari dua proses , yang pertama adalah pemutusan ikatan antar – atom  dari senyawa yang bereaksi, dan selanjutnya proses penggabungan ikatan kembali dari atom – atom yang terlibat reaksi sehingga membentuk  susunan baru. Proses pemutusan ikatan merupakan proses yang memerlukan kalor (endoterm) , sedangkan proses penggabungan ikatan adalah proses yang melepaskan kalor (eksoterm).
Contoh
Pada reaksi : H2(g) + Cl2(g) → 2HCl(g)
Tahap pertama : H2(g) → 2H(g) …….. diperlukan energi
               Cl2(g) → 2Cl(g) …… diperlukan energi
Tahap kedua : 2H(g) + 2Cl(g) → 2HCl(g) …… dibebaskann energi
Secara skematis dapat digambarkan sebagai berikut.

Kalor yang diperlukan untuk memutuskan ikatan oleh satu mol molekul gas menjadi atom – atom atau gugus dalam keadaan gas disebut dengan energi ikatan.


Berita umum


Bikin heboh, video Gapapa Jelek yang Penting Sombong

Video Gapapa Jelek Yang Penting Sombong, bikin heboh netizen
Sn Twitter
Saat ini sudah banyak wadah untuk menuangkan kreativitas anak bangsa. Salah satunya menggunakan media sosial, baik dengan kata-kata, foto, lagu, maupun video. Beberapa diantaranya menjadi viral, karena mengundang perhatian dan komentar dari netizen, karena dianggap berlebihan.
Dunia maya kembali dibuat heboh dengan sebuah lagu berjudul Gapapa Jelek yang Penting Sombong, yang menjadi viral. Lagu ini dibawakan oleh youtuber terkenal Indonesia yaitu Chandra Liow, berduet youtuber cantik bernama Devinaureel serta Eka Gustiwana.
Lagu yang di upload pada 11 Agustus 2016 lalu ini sudah berhasil mengumpulkanviewers sebanyak 1.458.256, dan terus bertambah setiap hari. Setelah ditelurusi, sudah lebih dari 6.600 pengguna media sosial yang meng-upload video itu.
Alasannya mungkin karena berisi motivasi yang menganjurkan kepada setiap orang, jangan pernah minder dengan apa yang telah dianugerahi oleh Tuhan. Para netizen pun menyertakan sebuah tagar #gapapajelekyangpentingsombong.


Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar pada objek produksi

Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar

Kamera merupakan salah satu aspek penting dalam suatu pembuatan film, fungsi kamera yaitu mengambil/merekam adegan-adegan yang diarahkan oleh sang sutradara kemudian divisualisasikan oleh pemain-pemain yang melakukan adegan-adegan. Kamera dioperasikan oleh kru film yang biasa disebut kameramen, kameramen mengoperasikan kamera sesuai dengan arahan sutradara. Untuk menjadi seorang kameramen harus mengetahui jenis-jenis kamera, mengenal cara-cara atau teknik memegang kamera, teknik pengambilan gambar, unsur-unsur dalam pengambilan gambar, dll.

Jenis kamera yang digunakan dalam film sangat beragam jenisnya, namun secara garis besar kamera terbagi tiga yaitu :

1. Kamera foto (still photography)
Kamera foto menghasilkan gambar-gambar yang tidak bergerak ( still single picture). Bahan baku penyimpanan gambar berasal dari pita selluloid, sehingga setelah melakukan perekaman harus diproses lagi dengan pemrosesan secara kimiawi. Contoh : kamera analog, kamera digital.
2. Kamera film (cinema photography)
Kamera film memiliki bahan yang sama dengan kamera foto namun hasil yang didapat berbeda, kamera film menghasilkan gambar yang bergerak atau biasa disebut still motion. Contoh : kamera 8 mm, 16 mm, 35 mm.
3. Kamera video (video photography)
Untuk kamera vide sendiri memiliki persamaan dengan kamera film karena menghasilkan gambar bergerak (still motion), namun yang membedakan yaitu bahan bakunya yang berupa kaset video yang setelah pengambilan gambar hasilnya dapat langsung dilihat karena terjadinya gambar secara optis dan elektronis. Contoh : kamera Betacam, MiniDV, HDCam.

Teknik-teknik yang terdapat pada pengambilan gambar sangat bervariasi, sehingga saat kita menonton suatu film tampak macam-macam sudut pandang pengambilan gambar yang merupakan hal penting dalam film. Penonton akan merasa jenuh apabila gambar yang disajikan terlihat monoton. Adapun teknik-teknik yang ada dalam pengambilan gambar yaitu :

1. Sudut pengambilan gambar (Camera Angle)
a. Bird Eye View
Pengambilan gambar dilakukan dari atas dari ketinggian tertentu sehingga memperlihatkan lingkungan yang sedemikian luas dengan benda-benda lain yang tampak dibawah sedemikian kecil. Pengambilan gambar biasanya menggunakan helikopter maupun dari gedung-gedung tinggi.
b. High Angle
Sudut pengambilan gambar tepat diatas objek, pengambilan gambar seperti ini memiliki arti yang dramatik yaitu kecil atau kerdil.
c. Low Angle
Pengambilan gambar diambil dari bawah si objek, sudut pengambilan gambar ini merupakan kebalikan dari high angle. Kesan yang ditimbulkan dari sudut pandang ini yaitu keagungan atau kejayaan.
d. Eye Level
Pengambilan gambar ini mengambil sudut sejajar dengan mata objek, tidak ada kesan dramatik tertentu yang didapat dari eye level ini, yang ada hanya memperlihatkan pandangan mata seseorang yang berdiri.
e. Frog Level
Sudut pengambilan gambar ini diambil sejajar dengan permukaan tempat objek berdiri, seolah-olah memperlihatkan objek menjadi sangat besar.

2. Ukuran gambar (frame size)
a. Extreem Close-up (ECU)
Pengambilan gambar sangat dekat sekali, hanya menampilkan bagian tertentu pada tubuh objek. Fungsinya untuk kedetailan suatu objek.
b. Big Close-up (BCU)
Pengambilan gambar hanya sebatas kepala hingga dagu objek. Fungsi untuk menonjolkan ekpresi yang dikeluarkan oleh objek.
c. Close-up (CU)
Ukuran gambar sebatas hanya dari ujung kepala hingga leher. Fungsi untuk memberi gambaran jelas terhadap objek.
d. Medium Close-up (MCU)
Gambar yang diambil sebatas dari ujung kepala hingga dada. Fungsinya untuk mepertegas profil seseorang sehingga penonton jelas.
e. Mid Shoot (MS)
Pengambilan gambar sebatas kepala hingga pinggang. Fungsinya memperlihatkan sosok objek secara jelas.
f. Knee Shoot (KS)
Pengambilan gambar sebatas kepala hingga lutut. Fungsinya hampir sama dengan Mid Shot.
g. Full Shoot (FS)
Pengambilan gambar penuh objek dari kepala hingga kaki. Fungsinya memperlihatkan objek beserta lingkungannya.
h. Long Shoot (LS)
Pengambilan gambar lebih luas dari pada Full Shoot. Fungsinya menunjukkan objek dengan latar belakangnya.
i. Extreem Long Shoot (ELS)
Pengambilan gambar melebihi Long Shoot, menampilkan lingkungan si objek secara utuh. Fungsinya menunjukkan bahwa objek tersebut bagian dari lingkungannya.
j. 1 Shoot
Pengambilan gambar satu objek. Fungsinya memperlihatkan seseorang/benda dalam frame.
k. 2 Shoot
pengambilan gambar dua objek. Fungsinya memperlihatkan adegan dua orang yang sedang berkomunikasi.
l. 3 shoot
pengambilan gambar tiga objek. Fungsinya memperlihatkan adegan tiga orang sedang mengobrol.
m. Group Shoot
Pengambilan gambar sekumpulan objek. Fungsinya memperlihatkan adegan sekelompok orang dalam melakukan suatu aktifitas.

3. Gerakan kamera (moving camera)
a. Zooming (In/Out)
Gerakan yang dilakukan oleh lensa kamera mendekat maupun menjauhkan objek, gerakan ini merupakan fasilitas yang disediakan oleh kamera video dan kameramen hanya mengoperasikannya saja.
b. Panning (Left/Right)
Yang dimaksud dengan gerakkan panning yaitu kamera bergerak dari tengah ke kanan atau dari tengah ke kiri, namun bukan kameranya yang bergerak tapi tripodnya yang bergerak sesuai arah yang diinginkan.
c. Tilting (Up/Down)
Gerakan tilting yaitu gerakan ke atas dan ke bawah, masih menggunakan tripod sebagai alat bantu agar hasil gambar yang didapat memuaskan dan stabil.
d. Dolly (In/Out)
Gerakan yang dilakukan yaitu gerakan maju mundur, hampir sama dengan gerakan Zooming namun pada dolly yang bergerak adalah tripod yang telah diberi roda dengan cara mendorong tripod maju ataupun menariknya mundur.
e. Follow
Pengambilan gambar dilakukan dengan cara mengikuti objek dalam bergerak searah.
f. Framing (In/Out)
Framing adalah gerakan yang dilakukan oleh objek untuk memasuki (in) atau keluar (out) framming shot.
g. Fading (In/Out)
Merupakan pergantian gambar secara perlahan-lahan. Apabila gambar baru masuk menggantikan gambar yang ada disebut fade in, sedangkan jika gambar yang ada perlahan-lahan menghilang dan digantikan gambar baru disebut fade out.
h. Crane Shoot.
Merupakan gerakan kamera yang dipasang pada alat bantu mesin beroda dan
bergerak sendiri bersama kameramen, baik mendekati maupun menjauhi objek.

4. Gerakan objek (moving object)
a. Kamera sejajar objek. Kamera sejajar mengikuti pergerakan objek, baik ke kiri maupun ke kanan.
b. Walking (In/Out) Objek bergerak mendekati (in) maupun menjauhi (out) kamera.

Setelah mengetahui teknik-teknik dalam pengambilan gambar, ada beberapa elemen penting yang harus ada di dalam gambar. Adapun elemen-elemen tersebut yaitu :
a. Motivasi
b. Informasi
c. Komposisi
d. Suara
e. Sudut Kamera
f. Kontinuitas

Selain teknik-teknik maupun tata cara pengambilan gambar yang harus dimiliki oleh seorang kameramen yaitu sense of art atau rasa seni, karena gambar yang diambil oleh kameramen merupakan karya seni. Setiap orang memungkinkan untuk menguasai teknik-teknik pengambilan gambar namun apabila tidak memiliki rasa seni atau keindahan maka hasil yang didapatpun kurang maksimal. Jadi rasa seni yang tinggi dapat dijadikan modal utama untuk menjadi kameramen. Gali terus potensi diri, selamat berkarya, bangun perfilman Indonesia menjadi lebih maju dan sukses.


















Pend.Agama Islam, Etika Kerja dalam Islam

Etika Kerja dalam Islam

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah mencintai salah seorang diantara kamu yang melakukan pekerjaan dengan itqon (tekun, rapi dan teliti).” (HR. al-Baihaki)
Dalam memilih seseorang ketika akan diserahkan tugas, rasulullah melakukannya dengan selektif. Diantaranya dilihat dari segi keahlian, keutamaan (iman) dan kedalaman ilmunya. Beliau senantiasa mengajak mereka agar itqon dalam bekerja. Sebagaimana dalam awal tulisan ini dikatakan bahwa banyak ayat al-Qur’an menyatakan kata-kata iman yang diikuti oleh amal saleh yang orientasinya kerja dengan muatan ketaqwaan. Penggunaan istilah perniagaan, pertanian, hutang untuk mengungkapkan secara ukhrawi menunjukkan bagaimana kerja sebagai amal saleh diangkatkan oleh Islam pada kedudukan terhormat.
Pandangan Islam tentang pekerjaan perlu kiranya diperjelas dengan usaha sedalam-dalamnya. Sabda Nabi SAW yang amat terkenal bahwa nilai-nilai suatu bentuk kerja tergantung pada niat pelakunya. Dalam sebuah hadits diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah bersabda bahwa “sesungguhnya (nilai) pekerjaan itu tergantung pada apa yang diniatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Tinggi rendahnya nilai kerja itu diperoleh seseorang tergantung dari tinggi rendahnya niat. Niat juga merupakan dorongan batin bagi seseorang untuk mengerjakan atau tidak mengerjakan sesuatu. Nilai suatu pekerjaan tergantung kepada niat pelakunya yang tergambar pada firman Allah SWT agar kita tidak membatalkan sedekah (amal kebajikan) dan menyebut-nyebutnya sehingga mengakibatkan penerima merasa tersakiti hatinya.

Taqwa merupakan dasar utama kerja, apapun bentuk dan jenis pekerjaan, maka taqwa merupakan petunjuknya. Memisahkan antara taqwa dengan iman berarti mengucilkan Islam dan aspek kehidupan dan membiarkan kerja berjalan pada wilayah kemashlahatannya sendiri. Bukan kaitannya dalam pembangunan individu, kepatuhan kepada Allah SWT serta pengembangan umat manusia.
Perlu kiranya dijelaskan disini bahwa kerja mempunyai etika yang harus selalu diikut sertakan didalamnya, oleh karenanya kerja merupakan bukti adanya iman dan barometer bagi pahala dan siksa. Hendaknya setiap pekerjaan disampung mempunyai tujuan akhir berupa upah atau imbalan, namun harus mempunyai tujuan utama, yaitu memperoleh keridhaan Allah SWT. Prinsip inilah yang harus dipegang teguh oleh umat Islam sehingga hasil pekerjaan mereka bermutu dan monumental sepanjang zaman.
Jika bekerja menuntut adanya sikap baik budi, jujur dan amanah, kesesuaian upah serta tidak diperbolehkan menipu, merampas, mengabaikan sesuatu dan semena-mena, pekerjaan harus mempunyai komitmen terhadap agamanya, memiliki motivasi untuk menjalankan seperti bersungguh-sungguh dalam bekerja dan selalu memperbaiki muamalahnya. Disamping itu mereka harus mengembangkan etika yang berhubungan dengan masalah kerja menjadi suatu tradisi kerja didasarkan pada prinsip-prinsip Islam.
Adapun hal-hal yang penting tentang etika kerja yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut :
1.     Adanya keterkaitan individu terhadap Allah, kesadaran bahwa Allah melihat, mengontrol dalam kondisi apapun dan akan menghisab seluruh amal perbuatan secara adil kelak di akhirat. Kesadaran inilah yang menuntut individu untuk bersikap cermat dan bersungguh-sungguh dalam bekerja, berusaha keras memperoleh keridhaan Allah dan mempunyai hubungan baik dengan relasinya. Dalam sebuah hadis rasulullah bersabda, “sebaik-baiknya pekerjaan adalah usaha seorang pekerja yang dilakukannya secara tulus.” (HR Hambali)
2.     Berusaha dengan cara yang halal dalam seluruh jenis pekerjaan.
Dilarang memaksakan seseorang, alat-alat produksi atau binatang dalam bekerja, semua harus dipekerjakan secara professional dan wajar.
1.     Islam tidak membolehkan pekerjaan yang mendurhakai Allah yang ada kaitannya dengan minuman keras, riba dan hal-hal lain yang diharamkan Allah.
2.     Professionalisme yaitu kemampuan untuk memahami dan melakukan pekerjaan sesuai dengan prinsip-prinsip keahlian. Pekerja tidak cukup hanya memegang teguh sifat amanah, kuat dan kreatif serta bertaqwa tetapi dia juga mengerti dan benar-benar menguasai pekerjaannya. Tanpa professionalisme suatu pekerjaan akan mengalami kerusakan dan kebangkrutan juga menyebabkan menurunnya produktivitas bahkan sampai kepada kesemrautan manajemen serta kerusakan alat-alat produksi