Ini alasan
Guru Besar Universitas Bosowa kirim surat kepada Presiden Jokowi
Remisi bagi koruptor dianggap mencederai konsep korupsi.
Pasalnya, korupsi adalah kejahatan luar biasa, sehingga penanganannya juga
dengan cara-cara luar biasa, antara lain memberi syarat tambahan kalau
mendapatkan remisi. / Ist
MAKASSAR – Alasan Guru Besar Universitas Bosowa
(Unibos) Prof Marwan Mas mengirimkan surat kepada Presiden Jokowi Widodo (Joko
Widodo), karena sebelumnya guru-guru besar yang konsen dalam pemberantasan
korupsi juga pernah mengirim surat ke Presiden soal Revisi UU KPK agar
tidak dilakukan, dan ternyata Presiden membatalkan rencana revisi UU KPK itu.
“Surat
dibuat dan difasilitasi KPK dan didiskusikan melalui email dan WA, dan
disepakati isinya seperti yang sudah beredar di media massa,” kata Marwan,
Senin (5/9/2016).
Menurutnya,
yang ia kritisi adalah Rancangan PP terhadap PP No 99 Tahun 2012 tentang Syarat
dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan, antara lain mengatur
hak remisi bagi terpidana korupsi yang punya syarat tambahan barulah bisa
diberi remisi.
Ketentuan
ini, sebut Marwan, ingin dihapus dalam RPP yang dibuat Kemenkumham dengan
alasan yang tidak rasional terkait ruang tahanan lembaga pemasyarakatan over
kapasitas, sehingga remisi terpidana koruptor dipermudah.
“Ini
mencederai konsep korupsi itu kejahatan luar biasa, sehingga penanganannya juga
dengan cara-cara luar biasa, antara lain memberi syarat tambahan kalau
mendapatkan remisi. Makanya, kami lima Guru Besar tidak setuju merevisi PP No
99 Tahun 2012,” paparnya.
0 komentar:
Posting Komentar